INFO UTARA.COM
Arga Makmur, Bengkulu Utara – Hanya tinggal dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, masyarakat di Kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, mengeluhkan kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kg. Banyak warga harus mengelilingi berbagai pangkalan namun seringkali mendapatkan kabar bahwa stok gas bersubsidi tersebut telah habis.
Seperti yang dialami salah satu warga, Herizaldi (47), yang menunjukkan tabung gas lama miliknya dan mengaku telah mencari pasokan sejak pagi hari. “Saya sudah ke tiga pangkalan, tapi semua bilang habis. Mau memasak makanan lebaran aja jadi sulit, kalau harus beli tabung besar atau nonsubsidi harganya jauh lebih mahal,” ucapnya dengan khawatir.
Beberapa pangkalan yang dikunjungi menyampaikan bahwa permintaan gas LPG 3 kg meningkat drastis menjelang hari raya, sementara distribusi dari pusat belum kunjung tiba sesuai kebutuhan. Kondisi ini membuat sebagian warga terpaksa membeli gas dengan harga yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) atau beralih ke sumber energi alternatif seperti kayu bakar.
Berikut adalah harapan utama dari warga:
– Percepat Distribusi dan Pastikan Stok Cukup – Masyarakat mengharapkan pemerintah dapat melakukan koordinasi yang lebih erat dengan pihak penyedia agar suplai gas sampai tepat waktu dan jumlahnya sesuai kebutuhan, terutama menjelang hari besar nasional.
– Pengawasan Harga yang Ketat – Diimbau agar pemerintah melakukan pemantauan secara berkala ke semua pangkalan resmi, serta mengambil tindakan tegas terhadap pelaku yang menjual gas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau melakukan praktik hoarding.
– Informasi yang Transparan dan Akurat – Warga berharap dapat memperoleh informasi jelas mengenai jadwal kedatangan stok gas dan lokasi pangkalan yang masih memiliki pasokan, agar tidak perlu mengelilingi banyak tempat dengan sia-sia.
– Penyelesaian Masalah Jangka Panjang – Masyarakat mengharapkan pemerintah dapat mencari solusi yang berkelanjutan, seperti meningkatkan akses distribusi di wilayah terpencil atau mengevaluasi sistem alokasi agar tidak terjadi kesenjangan pasokan antar wilayah.
Editor (RAMLAN)













